Ahli Gizi SPPG Sindanglaya 02, Yayasan Cahaya Anagata Nusantara Lakukan Sosialisasi Gizi di SDN Sindanglaya 2 dan Uji Organoletik

Ahli Gizi SPPG Sindanglaya 02, Yayasan Cahaya Anagata Nusantara Lakukan Sosialisasi Gizi di SDN Sindanglaya 2 dan Uji Organoletik

Banselpos.com, Pandeglang, Banten | Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindanglaya 002, Yayasan Cahaya Anagata Nusnatara mendatangi SDN Sindanglaya 2 pada Selasa (19/05/2026). Kali ini bukan untuk mengirim ompreng-ompreng Makanan Bergizi Gratis (MBG), melainkan untuk menggelar sosialisasi ke murid-murid.

Perkenalkan, Nita Anggerina, ialah ahli gizi di balik menu MBG yang disantap murid-murid. Salah satu yang ia sampaikan dalam sosialisasi adalah pedoman gizi seimbang menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 41.

Murid-murid kompak menjawab susu saat ditanya apa yang mereka favoritkan dari MBG. Yang mereka terima selalu susu varian full cream. Kenapa bukan rasa lain?

“(Susu) rasa yang cokelat, stroberi, itu biasanya ada tambahan gulanya,” jelasnya.

Membatasi konsumsi pangan manis merupakan satu dari sepuluh pedoman gizi seimbang. Selain itu, menurut panduan “Isi Piringku”, susu termasuk sumber protein sehingga tidak wajib ada dalam menu dan dapat diganti dengan lauk-pauk lainnya.

Jadi, Isi Piringku adalah proporsi menu bergizi seimbang terbaru yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan pada 2017. Bukan lagi “4 Sehat 5 Sempurna” yang menjadikan susu sebagai penyempurna menu. Terjawablah kenapa tajuk materi sosialisasi ini adalah “4 Sehat 5 Tak Sempurna”.

Kak Rina memperlihatkan ilustrasi Isi Piringku. Sepiring makanan yang kita konsumsi hendaknya terdiri dari 1/3 makanan pokok, 1/3 sayur, 1/6 lauk, dan 1/6 buah.

Endang Sukendar Kepala Sekolah Sindanglaya 2, Pagelaran mengatakan menyampaikan terimakasih kepada SPPG Sindanglaya 2 yang telah memberikan ilmu terkait gizi kepada para siswa-siswi nya.

"Kegiatan ini sangatlah baik, Agar agar anak juga tau terkait dengan Gizi Seimbang dan bahan bahan makanan yang mengandung gizi," ucapnya.

Beberapa murid dipanggil ke depan kelas untuk mempraktikkan enam langkah mencuci tangan yang benar menurut World Health Organization (WHO). Tidak hanya makanan, menjaga kebersihan diri juga merupakan poin lainnya dalam panduan gizi seimbang. (Red)