Suasana Haru Iringi Pelepasan 388 Jemaah Calon Haji Kloter Pertama Asal Pandeglang
Banselpos.com, Pandeglang – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Gedung Pendopo Pandeglang pada Sabtu (9/5/2026) dini hari. Sebanyak 388 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pandeglang resmi dilepas untuk mengawali perjalanan ibadah ke Tanah Suci.
Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Pandeglang, Rd. Dewi Setiani, bersama Wakil Bupati Iing Andri Supriadi, serta didampingi Wakil Gubernur Banten, Rd. Dimyati Natakusuma pada pukul 02.30 WIB. Pemberangkatan ini merupakan rombongan perdana asal Pandeglang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 13.
Dalam sambutannya, Bupati Rd. Dewi Setiani menyampaikan pesan spiritual yang mendalam. Ia menekankan bahwa hakikat haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati untuk membersihkan diri.
"Setiap langkah di sana bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lakukanlah dengan penuh keikhlasan dan kesadaran," ujar Dewi.
Selain aspek spiritual, Bupati juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit. Ia berharap jemaah bisa beribadah dengan lancar tanpa kendala berarti.
"Jaga nama baik Kabupaten Pandeglang dan Provinsi Banten. Manfaatkan kesempatan ini dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan hati," pungkasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pandeglang, H. Supardi, menjelaskan bahwa dari total rencana 393 orang, terdapat lima jemaah yang terpaksa batal berangkat karena alasan kesehatan.
Hingga saat keberangkatan, total rombongan berjumlah 388 orang yang terdiri dari:
Komposisi: 164 jemaah laki-laki dan 216 jemaah perempuan (termasuk 8 petugas).
Jemaah Lansia: 39 orang dengan usia di atas 80 tahun.
Jemaah Tertua: Sanusi Astaja (102 tahun) asal Kecamatan Pandeglang.
Jemaah Termuda: Syipa Kaerunia (18 tahun) asal Kecamatan Pagelaran.
Penyelenggaraan haji tahun ini mengusung tema "Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan". H. Supardi menegaskan tema ini diambil untuk menjamin pelayanan yang lebih inklusif dan manusiawi bagi seluruh jemaah.
"Kami berharap pelaksanaan ibadah sesuai aturan dan mampu memperkuat ukhuwah islamiyah. Suasana kebersamaan yang harmonis sangat penting agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar," jelas Supardi saat diwawancarai usai prosesi pelepasan. (Dadi/Red)
















