381 Siswa SMP di Pandeglang Unjuk Bakat di FLS3N 2026, Berebut Tiket ke Tingkat Provinsi

381 Siswa SMP di Pandeglang Unjuk Bakat di FLS3N 2026, Berebut Tiket ke Tingkat Provinsi

BANSELPOS.COM, PANDEGLANG – Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang menggelar Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat SMP serta Lomba Pendidikan Agama Islam (PAI). Acara ini berlangsung di Hotel Horison Inn Altama, Pandeglang, pada Rabu (13/5/2026).

Mengusung tema "Menguatkan Karakter Pendidikan Anak dan Kreativitas Siswa", kompetisi tahunan ini menjadi wadah resmi bagi para siswa untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di bidang seni, sastra, dan keagamaan.

Ketua Panitia Kegiatan sekaligus Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Hafid Hertian, mengungkapkan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 381 siswa. Seluruh peserta yang bertanding merupakan siswa terbaik yang telah lolos seleksi ketat di tingkat rayon.
"Ada sembilan mata lomba yang dipertandingkan. Di antaranya lomba menyanyi solo, ansambel campuran, pantomin, dongeng, bercerita, ilustrasi, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), tari kreasi, dan lomba musik tradisional," ujar Hafid di lokasi acara, Rabu (13/5/2026).

Hafid menjelaskan bahwa persiapan panitia telah dilakukan sejak jauh hari sebagai bagian dari program rutin tahunan bidang SD dan SMP Dindikpora Pandeglang. Setelah ajang ini selesai, pihak panitia juga bersiap menggelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pada pekan mendatang.

Para pemenang yang berhasil meraih prestasi di tingkat kabupaten ini nantinya akan dikirim untuk mewakili Kabupaten Pandeglang di tingkat Provinsi Banten. Pihak panitia pun menargetkan perwakilan Pandeglang mampu lolos hingga ke tingkat nasional.

Melalui penyelenggaraan ajang talenta ini, Disdikpora Pandeglang berharap para siswa dapat mengeksplorasi ekspresi diri dan meraih prestasi. Kegiatan ini juga ditargetkan mampu menumbuhkan penguatan karakter Profil Pelajar Pancasila yang mendalam, sekaligus menjadi sarana efektif untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal.

Sementara itu, Kepala Dindikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto, menyatakan bahwa target kegiatan ini adalah mendorong sekolah-sekolah untuk menciptakan lingkungan budaya yang aman dan nyaman melalui seni dan sastra.

"Sekolah-sekolah sekarang didorong untuk menggali talenta siswa, baik yang memiliki guru seni dan sastra maupun yang tidak. Lomba ini menjadi barometer keberhasilan sekolah dalam melestarikan budaya seni dan sastra," kata Sutoto.

Ditanya terkait persiapan menuju tingkat provinsi, Sutoto mengaku sangat optimis karena siswa-siswi Pandeglang dikenal sebagai petarung yang tangguh. Ia juga berpesan agar orang tua memberikan dukungan penuh terhadap minat anak-anak mereka.

"Kami berharap nilai-nilai positif dari kegiatan ini nantinya benar-benar dapat diaplikasikan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat," pungkasnya. ***(Dadi/Red).