Mendapat Insentif 3 M lebih Perdua Tahun, Sapras SPPG di Pandeglang-Banten Diduga Banyak Yang Tidak Standar, AMIRA Minta BGN Lakukan Audit Menyeluruh
Banselpos.com, Pandeglang, Banten | Pengawasan pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang dan Pemberian Insentif sebesar Rp. 6 juta perhari kepada SPPG di Pandeglang dinilai tidak sesuai juknis BGN, yang menjadi perhatian DPC AMIRA Pandeglang.
Rohikmat Ketua DPC AMIRA Pandeglang, menekankan pentingnya kepatuhan SPPG, terhadap aturan dan standar layanan yang telah dibuat badan gizi nasional (BGN).
Untuk SPPG seharusnya mentaati aturan, yang sudah diberikan oleh BGN, seperti kesediaan IPAL dan Mess Karyawan, karena Setiap SPPG sudah diberikan insentif untuk mengganti biaya investasi sebesar 6 juta per hari oleh BGN" ujarnya.
Tapi yang kami lihat di Kabupaten Pandeglang sangat banyak SPPG yang sama sekali tidak mementingkan kesediaan sarana prasarana yang layak sesuai standar BGN, seperti IPAL tidak sesuai, banguna yang tidak layak, mess Pegawai tidak ada, yang paling kecil saja, lantai dapur tidak di Epoxy, dan jauh dari kata sesuai dengan HACCP, kebanyakan masih pakai keramik, yang bisa memicu kontaminasi bakteri ke bahan makanan.
SPPG harus patuhi SOP
BGN, segala standar operasional (SOP) yang telah ditetapkan perlu dilakukan.
"Semua SOP wajib hukumnya dijalankan, sehingga meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan dan kontaminasi," jelasnya
Pengawasan seluruh SPPG di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten segera harus dilakukan oleh Satgas MBG Pandeglang, Badan Gizi Nasional (BGN) dan juga APH, yang paling terlihat realisasi insentif 6 juta perhari apakah sapras sudah sesuai atau tidak, kalau tidak ini jelas KKN.
Masih kata Rohikmat, Insentif Rp 6 juta per hari untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sesuai peraturan BGN harus digunakan untuk memenuhi standar fasilitas, operasional, dan kompensasi investasi mitra.
1. Dana ini mencakup biaya perbaikan sanitasi, pelatihan karyawan, serta kompensasi sewa tempat/alat.
2. Memastikan dapur memiliki fasilitas sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
3. Kompensasi atas modal yang telah dikeluarkan mitra untuk menyiapkan tempat dan alat.
4. Menutupi operasional harian yang tidak masuk dalam biaya per porsi makanan.
Sesuai rilis dan juknjs BGN, Insentif 6 juta perhari diberikan selama 2 tahun pertama operasi, kemudian akan dievaluasi, kalau operasional Per dua tahun 575 hari saja dikali 6 juta sudah 3.4 M.
Tapi kenyataan kebanyakan SPPG di Pandeglang tidak sesuai dengan juknis BGN, terus dana 3,4 M, itu buat apa, jelas ini menghambur-hamburkan uang negara, yang mengarah ke KKN kalau tanpa ada pengawasan yang ketat dari APH, BGN dan Satgas MBG.
Rohikmat mengatakan program MBG merupakan program yang sangat baik dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang dimana juga menyasar dampak ke masyarakat secara perekonomian selain dampak peningkatan nutrisi anak.
"Kita harus ingat, program Pak Presiden ini keinginannya bisa dinikmati warga masyarakat secara perekonomian," jelasnya.
Maka untuk supply chain-nya, harapannya UMKM-UMKM yang ada di lokal di wilayah itu dilibatkan sesuai dengan peraturan BGN menjadi supplier," imbuhnya.
Sehingga diharapkan, adanya perputaran ekonomi di wilayah.
Rohikmat juga mengajak masyarakat, supaya tidak takut terhadap program MBG dan tidak menolak program MBG, tapi sama-sama mengawasi realisasi program, dan kalau terjadi kecurangan bisa di laporakan langsung ke BGN, apalagi selarang BGN sudah menyediakan wadah pelaporan agar masyarakat bisa langsung melapor.
"Ini adalah program yang baik dari pemerintah pusat, tapi tetap kita bersama-sama harus mengawasi, mengawal, sehingga harapannya tidak terus jadi (insiden),"
Lajut Rohikmat, guna terlealisasinya progran mulia bapak Presiden Prabiwo, kami minta BGN dan Satgas MBG agar melakukan Audit ke seluruh SPPG di Kabupaten Pandeglang perihal Keterlibatan UMKM dan BUMDes sebagai Suplayer bahan baku, juga kewajiban setiap SPPG mempunyai 15 pemasok bahan makanan dan Kesesuian sapras sesuai standar BGN. tegasnya. (Red)
















