Dua Wafat di Tanah Suci, 386 Jemaah Haji Kloter 13 Pandeglang Dijadwalkan Pulang 20 Juni
Jemaah Haji Kloter 13 Pandeglang dijadwalkan tiba di embarkasi pada 20 Juni 2026. Seluruh armada bus, tim kesehatan, hingga pengamanan lintas sektor telah disiagakan oleh PPIH, disertai aturan ketat pembatasan jumlah penjemput di Pendopo demi kenyamanan jemaah.
Banselpos.com, PANDEGLANG – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kabupaten Pandeglang bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pandeglang menggelar Rapat Koordinasi Pemulangan Jemaah Haji di Oproom Setda Kabupaten Pandeglang pada Jumat (12/6/2026). Rapat ini berfokus penuh pada kesiapan penyambutan kepulangan jemaah haji asal Kabupaten Pandeglang yang tergabung dalam gelombang kedua kloter pertama (Kloter 13).
Rapat koordinasi penting ini dihadiri langsung oleh Plt. Kabag Kesra Setda Pandeglang, serta para pejabat yang mewakili Kapolres Pandeglang, Dandim 0601/Pandeglang, Kepala Satpol PP Pandeglang, Kepala Dinas Perhubungan Pandeglang, dan Kepala Dinas Kesehatan Pandeglang. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama demi kelancaran proses pemulangan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pandeglang, Supardi, menyatakan bahwa seluruh elemen PPIH bersama Pemda telah melakukan persiapan matang untuk menyambut kedatangan para jemaah yang dijadwalkan tiba di embarkasi pada 20 Juni 2026 sekitar pukul 12.25 WIB.
"Fokus utama rapat hari ini adalah koordinasi penyambutan di embarkasi. Kami bersama Pemda sudah siap menyambut jemaah haji Kloter 13 pada tanggal 20 Juni mendatang," ujar Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Pandeglang, Supardi kepada media usai rapat koordinasi pemulangan jemaah haji.
Terkait teknis pemulangan, pihak Kementerian bersama Pemda dipastikan telah mematangkan seluruh fasilitas penunjang. Seluruh armada mulai dari bus angkutan jemaah, pengawalan lalu lintas (Fatwal), tim kesehatan, hingga petugas Palang Merah Indonesia (PMI) telah disiagakan di dua titik utama, yakni di embarkasi maupun di Pendopo Kabupaten Pandeglang.
Untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan massa di area Pendopo, PPIH telah merancang skema penurunan jemaah yang ketat. Proses pendampingan saat jemaah turun dari bus akan dikawal langsung oleh kolaborasi petugas bus, personel TNI, Kepolisian, PMI, Dinas Kesehatan, serta jajaran PPIH Kabupaten Pandeglang.
Kabar baik datang dari sektor kesehatan, di mana seluruh jemaah haji yang dijadwalkan pulang dilaporkan dalam kondisi yang sehat walafiat.
Kendati demikian, suasana duka menyelimuti kepulangan Kloter 13 ini. Dari total 388 jemaah yang semula diberangkatkan, terdapat pengurangan karena dua jemaah dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.
Jemaah yang wafat di Arab Saudi tersebut atas nama Ibu Fatimah warga Kecamatan Banjar dan Ibu Sureni warga Kecamatan Panimbang. Dengan demikian, sisa jemaah yang akan dipulangkan pada Kloter 13 ini berjumlah 386 orang.
Di akhir keterangannya, Supardi memberikan pesan tegas kepada pihak keluarga yang hendak menjemput jemaah haji di Pendopo. Keluarga diminta untuk tertib dan mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan oleh PPIH demi menjaga kenyamanan dan keamanan jemaah yang membutuhkan istirahat cukup setelah perjalanan panjang.
"Kami mengimbau kepada keluarga penjemput agar mengikuti aturan PPIH. Untuk sterilisasi dan kenyamanan bersama di dalam Pendopo, pendamping jemaah yang diperbolehkan masuk dibatasi hanya satu orang saja," pungkasnya.
(Dad/Red)
















