Dugaan Carut Marut Pengelolaan Parkir Tepi Jalan hingga Kebocoran PAD. BPPKB Banten dan PPBNI Satria Banten Beraksi

Dugaan Carut Marut Pengelolaan Parkir Tepi Jalan hingga Kebocoran PAD. BPPKB Banten dan PPBNI Satria Banten Beraksi

Banselpos.com, Pandeglang, Banten | Adanya Dugaan Carut marut pengelolaan parkir tepi jalan termasuk dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kabupaten Pandeglang yang melibatkan oknum hingga maraknya parkir liar, telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. (Senin.11/5/26).

Dugaan carut marut parkir tepi jalan di kabupaten Pandeglang hingga kebocoran PAD ini diduga adanya Kolaborasi atau permainan tidak sehat antara kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang dengan Oknum pengelola parkir, bahkan diduga kuat bahwa petugas parkir setiap wilayah hanya mengandalkan surat tugas dari pengelola bukan dari Kepala Bidang yang berwenang.

Kebocoran Pendapatan Daerah Pengelolaan parkir yang tidak transparan atau tidak optimal menyebabkan setoran ke kas daerah (PAD) minim. Parkir liar berpotensi merugikan Pemkab miliaran rupiah.

Menyikapi permasalahan tersebut Ormas Nasional BPPKB Banten dan PPBNI Satria Banten DPC pandeglang, akan melakukan audiensi kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang pada hari Rabu 13 Mei 2026, dengan agenda membahas Tatakelola Perparkiran dikabupaten Pandeglang.

Ahmad Khotib, SE saat dikonfirmasi membenarkan rencana audiensi yang tadinya hari kamis 14 Mei 2026 di majukan menjadi hari Rabu 13 Mei 2026 dikarenakan hari kamis adalah hari libur. Adapun mengenai agenda audensi Khotib menjelaskan:

1. *Melaporkan Dugaan Penyimpangan:* Menyampaikan data, temuan, atau laporan masyarakat mengenai indikasi kebocoran retribusi seperti parkir, pasar kepada DPRD atau instansi berwenang.

2. *Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas:* Meminta komitmen pemerintah Daerah untuk menciptakan tata kelola keuangan yang lebih sehat, transparan, dan berpihak pada rakyat.

3. *Optimalisasi Potensi PAD:* Membahas langkah-langkah strategis untuk memaksimalkan potensi pendapatan yang belum tergarap optimal.

Serta point - point lainnya yang nanti dibahas dalam forum Audiensi tersebut. Singkatnya.

Sementara Ketua DPC PPBNI Satria Banten DPC Pandeglang Abah Haerudin mengatakan Kolaborasi dua Ormas Bppkb dan Ppbni diharapkan bisa menyikapi persoalan yang ada di Kabupaten Pandeglang, salah satunya dengan menyikapi adanya carut marut pengelolaan Parkir serta kebocoran PAD pandeglang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab

Haerudin juga menambahkan Gerakan kolaborasi ini mudah-mudahan bisa didengar oleh pemerintah khususnya Pemkab Pandeglang serta bisa bersikap bijak tanpa pandang bulu, selain itu kami ingin Pemkab jangan sampai mencampur adukan kedekatan emosional dengan kedinasan yang mengarah kepada Nepotisme atau KKN tutupnya. @red