Roti MBG Berjamur & Menu Tidak Sesuai Peraturan Di SDN Purwaraja 1, DPC GWI Pandeglang, Meminta BGN Kaji Ulang Dapur Umi Kaisar Menes

Roti MBG Berjamur & Menu Tidak Sesuai Peraturan Di SDN Purwaraja 1, DPC GWI Pandeglang, Meminta BGN Kaji Ulang Dapur Umi Kaisar Menes

Banselpos.com, Pandeglang, Banten | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang menuai polemik, Sejumlah orang tua siswa SDN Purwaraja 1 mengeluhkan menu makanan yang diterima anak-anak mereka, dinilai jauh dari kata layak dan diduga tidak sesuai dengan standar gizi maupun anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Keluhan warga bukan tanpa alasan, Dari pantauan di lapangan, menu makanan yang dibagikan kepada siswa hanya berupa Roti Tawar, buah kelengkeng 5 biji, buah pir 2, Telur Ayam 2 Butir, Susu dua kotak itupun diduga untuk 4 hari tidak di bagikan atau di sekaliguskan pembagiannya pada Selasa (23/12/2025).

Kondisi ini memicu kemarahan publik karena program MBG sejatinya menjadi harapan besar untuk meningkatkan gizi dan kualitas kesehatan anak-anak sekolah.

Sorotan tajam juga datang dari Warga Kecamatan Menes yang menilai persoalan ini sebagai bentuk kegagalan pengawasan sekaligus indikasi kuat adanya dugaan penyimpangan.

“Kalau benar menu yang diterima anak-anak seperti itu, maka ini bukan sekadar kelalaian, Ini sudah masuk kategori mengancam masa depan generasi, Jangan jadikan anak-anak sebagai tumbal kepentingan,” tegasnya Jumat (02/01/2026)

Ia pun mengatakan "Anak saya sekolah di SDN 4 Purwaraja Menes pernah juga dapet roti seperti itu tapi tidak berjamur hanya ada bau apek, dan setahu saya yang ngirimnya dapurnya sama yaitu dapur Umi Kaisar" singkatnya.

Pihak Dapur MBG Umi Kaisar Kecamatan Menes saat di konfirmasi oleh DPC Gabungannya Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten pandeglang dengan No.072/GWI/XII/2026 mengatakan. "Terimakasih atas atensi pagi ini, Insyaallah akan kami jawab beberapa hari ini secara tertulis, atas perhatian dan partisipasinya lembaga, media kami ucapkan terima kasih" jawabnya.

Raeynold Kurniawan Ketua DPC GWI Kabupaten Pandeglang mendesak agar dilakukan audit terbuka terhadap pelaksana Dapur MBG Umi Kaisar Kecamatan Menes, Jangan sampai anggaran besar hanya habis di meja administrasi, sementara anak-anak hanya menerima sisa,” jelasnya.

Tak hanya itu, DPC GWI juga meminta aparat pengawas internal pemerintah hingga aparat penegak hukum turun tangan jika ditemukan indikasi penyimpangan anggaran, Apalagi kalau benar pemilik Dapur tersebut adalah anggota Dewan jelas itu adalah pelanggaran tutupnya.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari BGN, Pemerintah Daerah dan Satgas MBG Kabupaten, Program yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi anak justru terancam berubah menjadi skandal Mencari Keuntungan Sepihak jika tidak segera dibenahi secara serius dan menyeluruh.

Kalau ditemukan banyak pelanggaran, kami meminta kepada BGN Agar dapur-dapu MBG yang bermasalah berulang-ulang agar di tutup. Tutupnya (Ira/Red)