Tangis Haru Sambut Kepulangan Jemaah Haji Pandeglang, Tersisa Cerita Pilu Jarak Hotel Jauh dan Menu Monoton
Pandeglang, Banselpos.com – Di balik pelukan erat dan derai air mata bahagia keluarga yang menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 13 di halaman Pendopo Bupati Pandeglang, Sabtu (20/6/2026) sore, tersimpan sekelumit kisah pilu. Perjalanan spiritual yang dinanti belasan tahun oleh ratusan jemaah asal Pandeglang ini menyisakan catatan mendalam, terutama mengenai beratnya ujian fisik yang harus mereka lalui di Tanah Suci.
Bagi H. Maksum Mansyur, jemaah asal Angsana, kesempatan menginjakkan kaki di Makkah setelah mengantre selama 13 tahun adalah berkah yang tak terhingga. Namun, ia tidak bisa menyembunyikan rasa lelahnya akibat jarak hotel tempatnya menginap yang terlampau jauh, mencapai 13,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Perjalanan panjang yang menguras tenaga setiap kali hendak beribadah, ditambah rasa jenuh akibat sajian menu makanan harian yang monoton dan tidak berubah-ubah setiap harinya, menjadi tantangan berat yang harus dihadapi para jemaah di tengah sengatan cuaca ekstrem Arab Saudi yang sempat menyentuh angka 42 derajat Celsius.
"Untuk ke depannya, saya menyarankan kepada Kementerian Haji dan Umroh agar penempatan hotel jangan terlalu jauh dengan Masjidil Haram, khususnya bagi jemaah asal Kabupaten Pandeglang. Begitu juga dengan menu makanan agar lebih bervariasi dan tidak monoton itu-itu saja setiap hari," tutur H. Maksum dengan penuh harapan. Harapan ini menjadi sebuah desakan evaluasi yang tulus, agar jemaah di musim-musim berikutnya tidak perlu menghabiskan terlalu banyak energi di perjalanan dan mendapatkan asupan nutrisi yang lebih baik.
Ujian fisik ini sayangnya harus dibayar sangat mahal. Dari total seluruh jemaah asal Kabupaten Pandeglang yang diberangkatkan pada musim haji tahun ini, secara keseluruhan tercatat sudah ada 7 orang jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci. Dari total angka kematian tersebut, 3 orang jemaah di antaranya berasal dari Kloter 13 yang baru saja tiba ini, sementara 1 jemaah lainnya dari kloter yang sama hingga kini masih harus berjuang menjalani perawatan intensif di rumah sakit Arab Saudi.
Sangat disesalkan, hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Haji belum dapat dikonfirmasi oleh media terkait keluhan fasilitas serta jaminan keselamatan jemaah tersebut.
Pihak berwenang kini dituntut segera berbenah dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap zonasi penginapan serta kualitas konsumsi. Terlebih, proses pemulangan bagi sisa jemaah asal Pandeglang yang tergabung dalam Kloter 17 dan Kloter 23 masih akan berlangsung secara berangsur, yang dijadwalkan masing-masing tiba pada tanggal 23 dan 28 Juni 2026 mendatang. Pembenahan cepat sangat dinanti agar kenyamanan serta keselamatan ibadah jemaah, terutama yang telah berusia lanjut, dapat lebih terjaga.
Sangat disesalkan, hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Haji Kabupaten Pandeglang belum dapat dikonfirmasi oleh media terkait keluhan fasilitas serta jaminan keselamatan jemaah tersebut.
(Dad/Red).
















