10 Tahun Terbengkalai, Warga Kadubadak Pandeglang Patungan Rp12 Juta Perbaiki Jalan Kabupaten
BANSELPOS.COM, PANDEGLANG – Warga Desa Kadubadak, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, Banten, bergotong-royong memperbaiki jalan rusak sepanjang 100 meter dan lebar 4 meter secara swadaya. Jalan Raya Lebak-Kadubadak yang diperbaiki ini merupakan jalur penghubung penting antara Kecamatan Munjul dan Kecamatan Angsana, dengan status sebagai jalan milik kabupaten.
Tokoh masyarakat sekaligus penggerak swadaya, Etin Supriatin, menjelaskan bahwa aksi ini lahir dari kesadaran murni warga. Kerusakan parah, terutama di area tanjakan, kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Melalui musyawarah antara pihak desa dan tokoh masyarakat, warga sepakat mengumpulkan iuran serta donasi hingga terkumpul anggaran sebesar Rp12 juta.
"Kami membangun jalan ini secara swadaya. Ini menjadi potret nyata dari dua sisi yang kontras: semangat gotong-royong warga yang luar biasa sekaligus bukti nyata keterlibatan masyarakat dalam membangun Pandeglang. Jalan ini sudah sekitar 10 tahun tidak diperbaiki. Kami paham kondisi APBD Pandeglang yang terbatas, sehingga kami berinisiatif mengambil tindakan. Membangun Pandeglang bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas kita bersama," ujar Etin pada Selasa (7/10/2026).
Ia juga berharap pemerintah pusat dan provinsi dapat turun tangan melanjutkan aksi nyata warga ini.
Senada dengan Etin, Kepala Desa Kadubadak, Ucup Sukroni, membenarkan bahwa perbaikan jalan tersebut murni hasil swadaya masyarakat. Ucup menegaskan bahwa langkah ini diambil karena Dana Desa (DD) tidak boleh dialokasikan untuk perbaikan jalan berstatus jalan kabupaten. Ia menepis anggapan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyindir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang.
"Tidak ada niat sama sekali untuk menyinggung Pemkab Pandeglang. Ini murni bentuk tanggung jawab warga yang sadar akan keterbatasan kondisi kabupaten saat ini. Namun, kami tentu berharap ke depan pembangunan ini bisa dilanjutkan oleh Pemkab Pandeglang," jelas Ucup.
Ucup menambahkan, urgensi perbaikan ini sangat tinggi karena kondisi tanjakan yang licin dan rusak sering membuat kendaraan gagal menanjak hingga terperosok ke bawah.
"Tanjakan ini rawan kecelakaan. Atas dasar itulah warga sepakat bergerak. Jarak yang kami perbaiki baru 100 meter, sedangkan sisa ruas jalan Lebak-Kadubadak yang masih rusak dan belum tersentuh pembangunan selama 10 tahun terakhir mencapai sekitar 8 kilometer. Kami sangat berharap ada perhatian, baik dari Pemkab Pandeglang maupun pemerintah pusat, untuk melanjutkan sisa jalan yang masih panjang ini," pungkasnya. (Dad)












