Penemuan Makanan Basi Pada Menu MBG di Desa Cigondang Labuan, Dikritisi DPC AMIRA Pandeglang
Banselpos.com, Pandeglang, Banten | DPC AMIRA Pandeglang menyikapi terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Cigondang Kecamatan Labuan yang ditujukan untuk kelompok rentan B3 (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita), telah teridentifikasi beberapa kasus makanan basi dalam paket menu basah yang didistribusikan. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius terkait kualitas dan keamanan pangan yang disalurkan kepada para penerima manfaat.
Rohikmat, Ketua DPC AMIRA Pandeglang menyampaikan Distribusi paket MBG, yang seharusnya menjadi sumber nutrisi esensial bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika makanan yang disalurkan tidak layak konsumsi. Beberapa laporan di lapangan mengindikasikan bahwa makanan yang diterima mengalami penurunan kualitas, dengan ciri-ciri seperti bau asam, perubahan warna, dan tekstur yang tidak seharusnya.
Bukan hanya soal makanan, DPC AMIRA Pandeglang juga meminta kepada BGN dan Satgas MBG Pandeglang agar melakukan evaluasi dan Audit terkait PBG dan SLF yang diduga di langgar berdampak pada Hilangnya PAD Pandeglang dari Retribusi perijinan.
Bapak Endang Golok, seorang warga Desa Cigondang, menyatakan keprihatinannya. Insiden ini menekankan urgensi evaluasi komprehensif terhadap seluruh proses pengadaan, persiapan, pengemasan, dan distribusi makanan dalam program MBG. Setiap tahapan harus memastikan bahwa standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi secara ketat. Suhu penyimpanan, waktu persiapan, dan durasi pengiriman merupakan faktor krusial yang harus diperhatikan guna mencegah pembusukan makanan.
Peninjauan ulang terhadap prosedur standar operasional (SOP) penyediaan makanan menjadi sangat mendesak. Ini mencakup pemeriksaan rutin terhadap bahan baku, pelatihan bagi petugas penanganan makanan, serta pembentukan sistem pelaporan dan penanganan keluhan yang efektif dari penerima manfaat. Dengan demikian, diharapkan program MBG dapat benar-benar memberikan manfaat nutrisi tanpa membahayakan kesehatan kelompok B3 yang menjadi sasaran utamanya.
Ibu Ainun, selaku ketua kader, saat dikonfirmasi oleh media, membenarkan bahwa beberapa menu MBG yang dikirim dari dapur MBG Desa Cigondang ada yang basi, termasuk sayur kacang buncis dan telur bumbu. Akibatnya, makanan tersebut menjadi mubazir dan tidak dapat dikonsumsi oleh penerima manfaat.
"Dengan kejadian ini, semoga menjadi bahan evaluasi bagi semua dapur MBG, khususnya yang ada di Desa Cigondang, agar ke depannya bisa lebih baik lagi dari segi kualitas masakan dan sterilitas, baik bahan, alat, maupun tempat," ujarnya.
Seorang warga dengan inisial (Eh), selaku penerima manfaat, saat dikonfirmasi media, mengeluhkan menu MBG yang dikirim dari dapur MBG Desa Cigondang tidak layak makan. Beliau menyampaikan, "Pada hari Selasa, [tanggal tidak disebutkan], saya menerima menu MBG. Setelah saya bawa pulang dan hendak diberikan kepada anak saya, ternyata ada beberapa menu yang basi. Beruntung anak saya belum memakannya. Jika sudah dimakan, bisa saja anak saya sakit perut." Paparnya.
Lanjut Rohikmat, Kami meminta kepada BGN, Kareg SPPI Banten, Korwil SPPI Pandeglang dan Satgas MBG Pandeglang agar malukan Evaluasi juga audit ke SPPG Cigondang Labuan yang diduga menyalahi SOP dan Labrak Regulasi. Tutupnya. (Red)
















