Gelar Muscab VI, PPP Pandeglang Fokus Pilih Tim Formatur Kepengurusan Baru
Banselpos.com, PANDEGLANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pandeglang resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VI di Aula Gedung Baetul Hamdi, Cimanying Menes, Pandeglang, Selasa (16/6/2026). Agenda lima tahunan ini difokuskan pada pemilihan tim formatur yang memegang mandat utama untuk menyusun struktur kepengurusan baru periode mendatang.
Muscab VI kali ini mengusung tema besar, "Transformasi PPP untuk Indonesia, Fitrah PPP sebagai Warisan Ulama Kembali Berjaya". Tema ini menjadi komitmen moral sekaligus pemantik semangat bagi seluruh kader untuk mengembalikan kejayaan partai berlogo Ka'bah tersebut melalui jalur struktural yang solid.
Acara dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Provinsi Banten, Neng Siti Julaiha, serta dihadiri oleh perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 35 kecamatan se-Kabupaten Pandeglang. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Pandeglang TB. Agus Khotibul Umam, Ketua KPU Kabupaten Pandeglang, Nunung Nurazizah, Ketua Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Febri Setiadi, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pandeglang Mukhlis Arifin, Camat Kecamatan Menes, Usep Sudarmana, serta jajaran tokoh masyarakat alim ulama se-Kabupaten Pandeglang.

Ketua DPW PPP Provinsi Banten, Neng Siti Julaiha menjelaskan, pembentukan kepengurusan baru melalui tim formatur ini memiliki urgensi tinggi untuk segera memanaskan mesin partai. Ia menegaskan, pelaksanaan Muscab di tingkat daerah wajib dirampungkan maksimal tiga bulan setelah Musyawarah Wilayah (Muswil) demi mempercepat proses verifikasi internal.
"Target kami di Banten, seluruh Muscab harus rampung pada bulan Juni dan Juli ini untuk memilih formatur. Langkah ini krusial karena kita mengusung misi transformasi. Kita harus bergerak cepat menghadapi verifikasi internal dan merebut kembali suara pemilih," ujar Neng Siti Julaiha usai membuka acara.
Ia menambahkan, tim formatur yang akan dipilih memiliki tanggung jawab besar untuk menyusun kepengurusan yang inklusif sesuai AD/ART partai, yang merepresentasikan unsur PAC, DPC, dan DPW.
Menatap Pemilu 2029, PPP Pandeglang menargetkan diri untuk merebut posisi pimpinan DPRD. Neng Siti Julaiha optimistis semangat kembali ke fitrah partai sebagai wadah perjuangan warisan ulama akan mempermudah konsolidasi hingga tingkat akar rumput. Pihaknya juga melakukan evaluasi total atas hasil pemilu lalu guna menerapkan strategi linierisasi suara dari tingkat kabupaten hingga pusat agar PPP kembali melenggang ke Senayan.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Pandeglang, Entol Supriadi menyatakan bahwa mekanisme pemilihan tim formatur dalam Muscab VI ini berjalan lancar dengan kehadiran penuh dari 35 PAC.
"Agenda utama kami setelah seremonial pembukaan adalah memilih tim formatur. Kami akan memilih empat orang formatur yang mewakili seluruh PAC dari 35 kecamatan, ditambah satu keterwakilan dari DPC dan satu dari DPW Provinsi Banten," jelas Entol Supriadi.
Entol menegaskan, pembentukan pengurus baru melalui formatur ini bukan sekadar rutinitas lima tahunan, melainkan langkah nyata dalam mewujudkan transformasi partai. Menghadapi tantangan politik ke depan yang semakin berat, struktur baru yang terbentuk nantinya diharapkan langsung siap bergerak di lapangan.
"Harapannya, tim formatur dapat melahirkan komposisi pemimpin yang baik, kredibel, serta dapat diterima oleh seluruh pengurus, kader, hingga simpatisan di Kabupaten Pandeglang," tuturnya.
Sebagai penegas dari tema fitrah warisan ulama, sebelum melaksanakan Muscab, jajaran pengurus PPP Pandeglang terlebih dahulu melakukan sowan ke kediaman ulama kharismatik Banten, Abuya Muhtadi, untuk memohon doa restu.
"Sowan ke Abuya Muhtadi ini adalah perwujudan dari tema Muscab kita. PPP adalah warisan ulama, maka restu dari beliau adalah kekuatan utama kami. Kami meyakini doa ulama akan menjadi penyemangat besar dalam ikhtiar memenangkan PPP, baik di tingkat daerah maupun nasional," pungkas Entol.
(Dad/Red).
















