SDN Dahu 1 Cikedal Di Bangun, Masyarakat dan Guru Antusias Sambut Pembangunan Revitalisasi 2026, Kepala Sekolah Sampaikan Ini Harapan Baru untuk Pendidikan
Banselpos.com, Pandeglang, Banten | Suasana penuh harapan dan antusiasme menyelimuti lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Dahu 1 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Pasalnya, sekolah ini menjadi salah satu penerima program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran (TA) 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Pantauan di lapangan, Pada Selasa (30/09/2026), bangunan baru SDN Dahu 1 tampak berdiri kokoh dengan atap genteng modern, dinding keramik dan cat kombinasi krem-merah yang segar. Di halaman sekolah yang masih dalam tahap finishing, tumpukan batako dan material bangunan masih terlihat, namun aktivitas belajar mengajar tetap berjalan. Beberapa siswa dengan seragam olahraga tampak bermain dengan riang di sekitar bangunan baru yang hampir rampung.
Program revitalisasi ini disambut dengan suka cita tidak hanya oleh pihak sekolah, tetapi juga oleh seluruh elemen masyarakat sekitar.
Kepala SDN Dahu 1, Farid Mukim, S.Pd, saat ditemui di lokasi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pemerintah pusat dan daerah yang telah memberikan perhatian serius terhadap dunia pendidikan di wilayahnya.
"Alhamdulillah, ini adalah anugerah yang sudah lama kami nantikan. Selama bertahun-tahun kami harus belajar dengan keterbatasan sarana. Dengan adanya revitalisasi TA 2026 ini, kami seperti mendapatkan harapan baru. Ini bukan hanya bangunan fisik, tapi ini adalah investasi untuk masa depan anak-anak kami," ujar Farid Mukim dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Farid, sebelum direvitalisasi, beberapa ruang kelas di SDN Dahu 1 mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari atap bocor, plafon jebol, hingga lantai yang tidak layak. Kondisi tersebut tentu sangat mengganggu proses kegiatan belajar mengajar (KBM), terutama saat musim hujan tiba.
"Sekarang, lihat sendiri. Ruang kelas baru, jendela kaca, pintu yang kokoh, lantai keramik. Anak-anak jadi lebih betah dan semangat belajar. Guru-guru juga lebih nyaman dalam mengajar," tambahnya.
Dukungan penuh Antusiasme serupa juga dirasakan oleh para dewan guru. Salah seorang guru senior SDN Dahu 1, yang telah mengabdi lebih dari 15 tahun, mengaku terharu melihat perubahan signifikan di sekolahnya.
"Kami para guru sangat antusias. Dulu kami harus bergantian menggunakan ruang kelas karena keterbatasan. Sekarang dengan gedung baru ini, kami bisa memberikan pelayanan pendidikan yang lebih maksimal. Ini akan meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran," ungkapnya.
Tidak hanya dari internal sekolah, elemen masyarakat, mulai dari komite sekolah, orang tua wali murid, hingga tokoh masyarakat Desa Dahu, turut aktif memberikan dukungan. Bahkan, sejak awal pembangunan dimulai, warga secara swadaya melakukan gotong royong membantu membersihkan area sekolah dan menjaga material bangunan.
Ketua Komite SDN Dahu 1 mengatakan, pembangunan ini adalah bukti nyata kehadiran negara di pelosok desa. Ia bersama warga berkomitmen akan menjaga dan merawat bangunan baru tersebut agar bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.
"Kami sebagai orang tua sangat senang. Anak-anak kami sekarang sekolah di gedung yang bagus, layak, dan aman. Kami dari masyarakat akan ikut menjaga, karena ini adalah aset bersama untuk mencerdaskan anak bangsa," katanya.
Farid Mukim menambahkan, revitalisasi ini meliputi pembangunan beberapa ruang kelas baru (RKB), rehabilitasi ruang kelas, pembangunan toilet, dan penataan halaman sekolah. Ia berharap, setelah pembangunan rampung 100 persen, SDN Dahu 1 bisa menjadi sekolah percontohan yang nyaman, aman, dan ramah anak.
"Kami ingin SDN Dahu 1 menjadi sekolah yang membanggakan. Dengan fasilitas yang sudah baik ini, kami akan tingkatkan lagi kedisiplinan, prestasi akademik maupun non-akademik siswa. Terima kasih kepada Kemendikdasmen, Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, dan semua pihak yang telah memperjuangkan revitalisasi ini," pungkas Farid.
Dengan adanya revitalisasi TA 2026 ini, diharapkan tidak ada lagi anak-anak di pelosok Pandeglang yang harus belajar di bangunan yang tidak layak. Pendidikan yang berkualitas harus dimulai dari sarana yang berkualitas pula. (Red)












