SKANDAL PPDB MTsN 1 PANDEGLANG: Nilai CBT Calon Siswi Menyusut Misterius, Ormas PPBNI Ancam Demo Besar-Besaran Usai Pejabat Mangkir Berdalih WFH!

SKANDAL PPDB MTsN 1 PANDEGLANG: Nilai CBT Calon Siswi Menyusut Misterius, Ormas PPBNI Ancam Demo Besar-Besaran Usai Pejabat Mangkir Berdalih WFH!

Banselpos.com, Pandeglang – Jagat pendidikan Islam di Kabupaten Pandeglang diguncang skandal hebat. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di MTs Negeri 1 Pandeglang kini menjadi sorotan tajam setelah mencuatnya dugaan manipulasi nilai ujian yang dinilai sangat ugal-ugalan dan merugikan calon siswi berprestasi.

Nasib tragis menimpa (RN) seorang peserta seleksi berbasis komputer (CBT). Berdasarkan bukti otentik di layar komputer usai ujian, (RN) sukses mengantongi skor gemilang, yaitu 75. Namun, bak disambar petir di siang bolong, saat pengumuman resmi panitia dirilis, nilai (RN) mendadak anjlok drastis secara misterius menjadi 39! Penyusutan nilai yang tidak masuk akal ini langsung mendepak namanya dari daftar siswa yang lolos seleksi.

Melihat ketidakadilan yang telanjang ini, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Patriot Pemersatu Banten Indonesia (PPBNI) Satria Banten langsung pasang badan. Mereka mengutuk keras sistem seleksi yang dinilai korup, tidak transparan, dan telah melukai integritas dunia pendidikan. Demi menuntut keadilan mutlak bagi (RN), PPBNI melayangkan tantangan terbuka berupa tuntutan audiensi untuk membongkar habis borok di balik sistem CBT tersebut.

Ketegangan memuncak pada Jumat (22/5/2026) yang dijadwalkan sebagai momentum pembuktian. Alih-alih menunjukkan itikad baik, jajaran pejabat Kementerian Agama dan pihak sekolah justru melakukan aksi "mangkir massal" yang memicu amarah besar.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPBNI Satria Banten Kabupaten Pandeglang, Haerudin, tidak mampu lagi membendung kekecewaannya atas sikap pengecut dan tidak profesional yang ditunjukkan oleh para pemangku kebijakan tersebut.

"Kami sangat kecewa dan mengutuk keras sikap perwakilan Kanwil Kemenag Banten, Kemenag Pandeglang, dan Kepala Sekolah MTsN 1 Pandeglang! Padahal, waktu dan tempat audiensi hari Jumat ini mereka sendiri yang menentukan dan menjadwalkan. Namun, saat kami datang, tidak ada satu pun dari mereka yang berani menampakkan batang hidungnya di lokasi! Ini adalah bentuk pelecehan nyata terhadap komitmen bersama dan bukti bobroknya komitmen mereka dalam menyelesaikan masalah pendidikan di Pandeglang!" tegas Haerudin dengan nada menggelegar penuh amarah.

Di sisi lain, pihak birokrasi mengeluarkan pembelaan yang dinilai publik sebagai alasan klasik. Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui telepon WhatsApp nya, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Pandeglang, Isa, memberikan klarifikasi mengejutkan.

Isa berdalih bahwa dirinya sama sekali tidak menerima surat masuk ataupun disposisi resmi terkait agenda audiensi krusial tersebut. Lebih jauh lagi, ia mengungkapkan alasan ketidakhadiran para pejabat di kantor pada Jumat (22/5/2026). Menurutnya, seluruh jajaran pejabat Kemenag Pandeglang sedang melaksanakan kerja dari rumah (Work From Home / WFH) sebagai langkah efisiensi anggaran.

Tak hanya itu, Isa juga terkesan melempar bola panas terkait polemik sistem ini. Ia menegaskan bahwa urusan dan kebijakan penuh mengenai PPDB tersebut merupakan ranah dan kewenangan mutlak dari Kanwil Kemenag Provinsi Banten, bukan Kemenag tingkat kabupaten. Meski demikian, Isa menegaskan bahwa institusinya tetap membuka pintu komunikasi.

"Kami siap menerima kehadiran rekan-rekan dari Ormas pada hari Senin nanti," cetus Isa mencoba meredam situasi.

Pembelaan sepihak, alasan WFH, serta lempar tanggung jawab tersebut nyatanya justru membuat tensi ketegangan kian mendidih. Sekretaris DPC PPBNI Satria Banten Pandeglang, Dede Supriadi menilai aksi sembunyi para pejabat berwenang ini menjadi indikasi kuat adanya "permainan kotor" di balik layar dalam manipulasi nilai CBT tersebut.

Ia menegaskan, PPBNI Satria Banten tidak akan mundur sejengkal pun. Sebagai bentuk protes keras atas matinya keterbukaan informasi, Ormas PPBNI menyatakan siap bergerak menggalang massa menggelar unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Banten.

"Aksi turun ke jalan ini nanti dipastikan akan membanjiri Kanwil Kemenag Banten demi mengawal kasus dugaan mafia nilai yang merugikan siswi malang ini hingga tuntas, sampai keadilan benar-benar ditegakkan dan oknum yang bermain diseret ke jalur hukum," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim media belum dapat mendapatkan konfirmasi lebih lanjut dari pihak Kanwil Kemenag Provinsi Banten maupun Kepala Sekolah MTs Negeri 1 Pandeglang terkait tudingan manipulasi nilai tersebut. ***(Dad/Red).