SPPG Yayasan Leuit Bumi Pertiwi Babakanlor Cikedal, Lakukan Kerjasama Dengan UMKM & BUMDes Babakanlor Untuk Suplay Tempe Juga Telur

SPPG Yayasan Leuit Bumi Pertiwi Babakanlor Cikedal, Lakukan Kerjasama Dengan UMKM & BUMDes Babakanlor Untuk Suplay Tempe Juga Telur

Banselpos.com, Pandeglang, Banten | Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Leuit Bumi Pertiwi Desa Babakanlor Kecamatan Cikedal, menggandeng Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Babakanlor dan UMKN Pengrajin Tempe Kp. Cireundeu Desa Babalanlor untuk menyuplai telur ayam BUMDes dan Tempe bagi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG yayasan Leuit Bumi Pertiwi Desa Babakanlor.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus memberdayakan ekonomi desa. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian pangan nasional.

Unit usaha ayam petelur milik BUMDes Babakanlor kini menjadi penggerak ekonomi desa. Dari 1000 ekor ayam yang dikelola, produksi saat ini mencapai sekitar 600 butir telur per hari atau 60% dari kapasitas maksimal.

Pengelola Ternak ayam Petelur Bumdes Babakanlor, Sakiman, optimistis produksi akan terus meningkat. “Kami menargetkan produksi akan terus meningkat hingga mencapai 900 butir telur per hari pada puncaknya mendatang,” ujarnya, Selasa (28/04/2026).

Lanjut Sakiman, Alhamdulilah dari SPPG Babakanlor Yayasan Leuit Bumi Pertiwi memesan 300 Kg telur setiap minggunya ke BUMDes Babakanlor.

Peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan program MBG sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi warga desa. 

Di tempat terpisah Kasna UMKM Pengrajin Tempe yang beralamat di Kp. Cireundeu Desa Babakanlor Kecamatan Cikeudal menyampaikan bahwa pihak SPPG Babakanlor Yayasan Leuit Bumi Pertiwi memesan Tempe kepadanya, secara kontinyu, 

"Dari pibak Dapur MBG Babakanlor alhamdulilah ke tempat saya untuk memesan tempe secara kontinyu" paparnya.

Pihak SPPG Leuit Bumi Pertiwi Babakanlor, Dean, menegaskan penyerapan produk lokal merupakan bagian dari petunjuk teknis pengadaan.

Menurutnya, jarak yang dekat antara produsen dan SPPG membuat distribusi lebih efisien serta menjamin kesegaran bahan pangan. “Selain menjamin kesegaran bahan pangan, kedekatan lokasi memudahkan koordinasi jika terjadi kekurangan stok secara mendadak,” jelas Dean.

Kerja sama ini juga dinilai mampu memangkas biaya transportasi sehingga anggaran program dapat lebih optima, SPPG Yayasan Leuit Bumi Pertiwi Babakanlir memastikan kualitas gizi penerima manfaat tetap terjaga. 

Kolaborasi antara SPPG, UMKM Lokal dan BUMDes Babakanlor ini diharapkan menjadi model percontohan bagi desa lain dalam menciptakan siklus ekonomi mandiri, sekaligus mendukung keberhasilan program makan bergizi gratis menuju visi Indonesia Emas 2045. (Ira/Red)