Hari Pelanggan Nasional, Bupati Pandeglang Desak Perbankan Akselerasi Layanan Digital

Hari Pelanggan Nasional, Bupati Pandeglang Desak Perbankan Akselerasi Layanan Digital

PANDEGLANG, Banselpos.com – Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, mendesak seluruh industri perbankan di wilayahnya untuk mempercepat atau mengakselerasi transformasi layanan digital demi mempermudah transaksi masyarakat. Langkah ini dinilai krusial agar sektor perbankan dapat terus relevan dan responsif terhadap kebutuhan nasabah di era modern.

Seruan tersebut disampaikan Bupati saat menyapa dan berinteraksi langsung dengan para nasabah Bank Jabar Banten (bjb) Cabang Pandeglang. Kegiatan ini dilakukan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada Jumat (4/9/2026).

Menurut Dewi, Hari Pelanggan Nasional bukan sekadar seremonial untuk memberikan apresiasi kepada pelanggan. Lebih dari itu, momen ini harus dijadikan pijakan bagi dunia perbankan untuk mengevaluasi diri sekaligus memperkuat standar pelayanan mereka. Ia berharap, interaksi keuangan di Kabupaten Pandeglang ke depan dapat berjalan dengan lebih mudah, cepat, ramah, aman, dan nyaman.

“Pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. Nasabah merupakan pilar penting dalam keberlangsungan bisnis perbankan, sehingga kepuasan dan kenyamanan mereka wajib menjadi prioritas utama,” ujar Raden Dewi Setiani.

Di samping aspek keramahan, Dewi juga mendorong sektor perbankan untuk cekatan beradaptasi dengan disrupsi teknologi melalui penguatan ekosistem digital. Menurutnya, kemudahan transaksi dan aksesibilitas layanan yang praktis telah menjadi kebutuhan mutlak masyarakat saat ini.

“Digitalisasi perbankan harus terus diakselerasi agar masyarakat mendapatkan kemudahan dalam berbagai transaksi. Kendati demikian, kualitas pelayanan tatap muka secara langsung (offline) juga tidak boleh diabaikan,” imbuhnya.

Merespons arahan tersebut, Pemimpin Cabang (Pincab) Bank bjb Cabang Pandeglang, Yusriyadi, sepakat bahwa Hari Pelanggan Nasional merupakan momentum krusial untuk memetakan kembali kualitas layanan demi kepuasan nasabah.

“Momen ini menjadi bahan evaluasi internal kami. Kami berkomitmen untuk terus membenahi kualitas pelayanan, termasuk memperluas cakupan digitalisasi serta mengoptimalkan layanan administrasi pajak,” tutur Yusriyadi.

Ia meyakini bahwa loyalitas dan kepercayaan konstituen perbankan berbanding lurus dengan mutu pelayanan yang diterima. Jika masyarakat merasa nyaman dengan ekosistem yang dihadirkan, penetrasi produk keuangan pun akan tumbuh lebih subur.

“Transformasi layanan yang baik tidak hanya mendongkrak kepuasan nasabah, tetapi juga memicu pertumbuhan pendapatan korporasi. Pada skala yang lebih luas, hal ini akan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan daerah melalui sektor pajak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yusriyadi memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pandeglang memegang porsi kepemilikan saham di Bank bjb. Oleh sebab itu, pertumbuhan performa bank ini secara otomatis berkelindan dengan kepentingan pembangunan daerah.

Menyadari posisi strategis tersebut, Bank bjb berkomitmen penuh untuk mempererat sinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam menyokong efisiensi transaksi birokrasi, integrasi pembayaran pajak, serta pemenuhan kebutuhan finansial publik.

“Sinergi dengan Pemkab Pandeglang akan terus kami perkokoh. Kami berharap kehadiran layanan Bank bjb dapat membawa kemaslahatan yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” pungkas Yusriyadi. (Dad)