Seminar Pendidikan BK di SMKN 3 Kota Serang, Mahasiswa PLPI UIN SMH Banten Ajak Siswa Bangun Mindset, Manner, dan Masa Depan

Seminar Pendidikan BK di SMKN 3 Kota Serang, Mahasiswa PLPI UIN SMH Banten Ajak Siswa Bangun Mindset, Manner, dan Masa Depan

Banselpos.com, Pandeglang, Banten | Serang, 17 September 2026 — Mahasiswa PLPI UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) melaksanakan kegiatan Seminar Pendidikan BK bagi siswa-siswi SMKN 3 Kota Serang. 

Kegiatan yang mengusung tema “Mindset, Manner, dan Masa Depan: Belajar Adab dari Sudut Pandang Psikologi” tersebut dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, bertempat di Aula SMKN 3 Kota Serang.
Seminar tersebut diikuti oleh 120 siswa, yang merupakan perwakilan dari siswa kelas X dan XI, dengan masing-masing kelas mengirimkan lima orang perwakilan. 

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kegiatan edukatif mahasiswa PLPI dalam memberikan wawasan dan pengembangan diri kepada peserta didik, khususnya dalam membangun pola pikir, sikap, adab, serta kesiapan menghadapi masa depan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Dwi Puspita Sari selaku pembawa acara (MC). Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh peserta, serta Doa.

Selanjutnya, Koordinator Pamong, Bapak Santusi, S.E., memberikan sambutan sekaligus membuka dan meresmikan kegiatan Seminar Pendidikan BK. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Bapak Zaenal Arifin, S.Sos., serta Ibu Nurul Fajriatul Fitri, S.Psi., selaku Guru BK SMKN 3 Kota Serang.

Memasuki kegiatan inti, sesi pemaparan materi dipandu oleh Nahrisya Zahra Kaelani selaku moderator. Seminar menghadirkan Anisa Maharani, S.Pd., selaku Trainer Bimbingan dan Konseling, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Anisa Maharani menyampaikan materi dengan tema “Mindset, Manner, dan Masa Depan: Belajar Adab dari Sudut Pandang Psikologi”. Materi membahas keterkaitan antara adab, kecerdasan emosional, kesadaran diri, dan regulasi diri. Peserta diajak memahami bahwa kecerdasan akademis atau Intelligence Quotient (IQ) tidak berdiri sendiri dalam membentuk keberhasilan seseorang, tetapi juga berkaitan dengan kecerdasan emosional (EQ) dan adab dalam kehidupan sosial.

Pembahasan kemudian mengarah pada pentingnya self-awareness atau kesadaran diri, yaitu kemampuan untuk memperhatikan ucapan, gestur, serta dampak perilaku terhadap orang lain. Peserta juga dikenalkan dengan self-regulation atau regulasi diri, yaitu kemampuan mengendalikan dorongan impulsif, memberikan jeda terhadap respons emosional, serta memilih respons yang lebih santun ketika menghadapi tekanan.

Pada pembahasan mengenai mindset dan praktik manner, siswa diperkenalkan dengan perbedaan fixed mindset dan growth mindset. Peserta diajak untuk terbuka terhadap perspektif baru, memiliki kerendahan hati untuk memperbaiki diri, serta mampu mengakui kesalahan. Materi juga menekankan pentingnya metakognisi, yaitu kemampuan untuk merefleksikan respons diri dan mempertimbangkan apakah ucapan maupun tindakan yang dilakukan sudah bijak serta tidak menyakiti orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, narasumber juga membahas penerapan basic manner, di antaranya active listening atau mendengarkan dengan penuh perhatian serta membudayakan “tiga kata ajaib”, yaitu tolong, maaf, dan terima kasih.

Pembahasan selanjutnya berkaitan dengan adab dalam dunia kerja dan kehidupan digital. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya etika dalam berkomunikasi melalui media digital, menghargai batasan diri orang lain (boundaries), serta mengontrol respons di media sosial agar tetap menjaga etika dan jejak digital.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai persiapan masa depan yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga dapat dibangun melalui beberapa hal, seperti self-check, habit micro-manners, kepercayaan (trust), dan social capital. Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan mengenali kebiasaan diri, membangun kebiasaan baik dalam berinteraksi, menjaga integritas dan reputasi, serta membangun relasi sosial yang berkualitas.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Para siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan serta mendiskusikan penerapan pola pikir, sikap, dan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mencairkan suasana setelah mengikuti sesi materi dan diskusi, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ice breaking yang dipandu oleh Eliana Dewi. Kegiatan tersebut melibatkan peserta secara aktif dan menjadi bagian dari rangkaian seminar untuk menciptakan suasana yang lebih santai dan menyenangkan.

Melalui kegiatan seminar ini, mahasiswa PLPI UIN SMH Banten Prodi BKPI berharap siswa-siswi SMKN 3 Kota Serang tidak hanya memiliki kecerdasan secara akademis, tetapi juga mampu mengembangkan kesadaran diri, mengelola respons emosional, membangun kebiasaan yang santun, serta mempersiapkan diri untuk kehidupan sosial dan masa depan.

Seminar tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami bahwa pengembangan diri tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dan kemampuan, tetapi juga dengan bagaimana seseorang mengenali dirinya, membawa diri, memperlakukan orang lain, serta membangun karakter dan adab dalam kehidupan sehari-hari. 

(RED)