Kumpul di UNMA Banten, Kades se-Pandeglang dan Lebak Digembleng Kelola Dana Desa
PANDEGLANG, BANSELPOS.COM – Ratusan kepala desa (kades) dari dua kabupaten menghadiri kegiatan Capacity Building yang digelar di Aula GSG Irsyad Djuwaeli Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, Kamis (24/9/2026). Agenda peningkatan kapasitas aparatur desa tersebut secara khusus dihadiri oleh para kades se-Kabupaten Pandeglang dan Lebak.
Tercatat ratusan kepala desa dari wilayah Pandeglang dan Lebak turut berkumpul langsung dalam acara tersebut. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Festival Durian Lokal Pandeglang-Lebak serta Bazar UMKM guna mendongkrak perekonomian desa.
Sejumlah tokoh hadir sebagai narasumber utama, di antaranya Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, Kepala DPMD Provinsi Banten Gunawan Rusminto, dan Ketua Panitia Pelaksana Entis Sutisna.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM bagi para kepala desa di wilayah Pandeglang dan Lebak sangat krusial. Hal ini mengingat besarnya tanggung jawab dalam mengelola anggaran negara.
"Kades harus kompeten di bidangnya. Mengelola Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) sangat krusial karena berhubungan dengan pertanggungjawaban kepada pemerintah dan masyarakat," ujar Iing, Kamis (24/9/2026).
Iing juga meminta agar bantuan keuangan dari Provinsi Banten senilai Rp100 juta hingga Rp120 juta per desa dialokasikan secara berimbang. Anggaran tersebut diharapkan tidak hanya fokus pada program satu desa satu sarjana, melainkan diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur desa yang mendesak.
Di lokasi yang sama, Kepala DPMD Provinsi Banten Gunawan Rusminto mengingatkan agar berkumpulnya para kepala desa dari dua kabupaten ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, melainkan menjadi wadah silaturahmi dan saling bertukar pikiran. Ia menekankan perlunya kolaborasi dengan DPRD kabupaten untuk mengintervensi pembangunan desa.
Gunawan juga memaparkan perkembangan program Sarjana Penggerak Desa di Banten yang mengalami lonjakan peminat. Dari total 1.238 desa di Banten (termasuk Pandeglang dan Lebak), program ini kini telah diserap oleh 538 desa, meningkat drastis dari tahun lalu yang hanya mencakup 138 desa.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekjen KNPI Kabupaten Pandeglang, Entis Sutisna, menjelaskan bahwa acara ini sempat tertunda dari jadwal semula pada 10 September akibat adanya imbauan terkait aktivitas Gunung Krakatau.
"Sekranang momennya pas, berbarengan dengan penerimaan mahasiswa baru dan berkumpulnya para kades. Kami juga memadukannya dengan kontes durian, bazar UMKM, dan pelayanan gratis," kata Entis.
Entis menambahkan, pemuda berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis sekaligus mitra kritis pemerintah daerah demi mendorong kemajuan pembangunan desa yang berkelanjutan. (Dad)












