TNI AD dan Tim SAR Gabungan Gerak Cepat Evakuasi 8 Kru Heli yang Jatuh di Seruyan
BANSELPOS.COM, JAKARTA – TNI Angkatan Darat bersama tim SAR gabungan bergerak cepat mengevakuasi delapan kru Helikopter Mi 17V5 yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026). Insiden naas tersebut terjadi sekitar pukul 11.18 WIB saat helikopter tengah melaksanakan misi kemanusiaan memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Hingga Rabu sore, data dari tim evakuasi melaporkan satu orang kru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, lima personel berhasil diselamatkan, sementara dua kru lainnya masih dalam proses pencarian intensif di lokasi kejadian.
Dinas Penerangan TNI AD (Dispenad) dalam keterangan tertulisnya menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah menyelamatkan seluruh personel. TNI AD bersama tim gabungan langsung mengerahkan armada udara dan laut untuk mempercepat proses evakuasi.
Kronologi Jatuhnya HelikopterPeristiwa bermula saat helikopter jenis Mi 17V5 tersebut lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang. Helikopter ini diterjunkan dalam misi pengeboman air (water bombing) untuk menjinakkan titik api yang membakar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Namun, saat melakukan manuver pengambilan air di perairan Desa Sungai Perlu, helikopter mengalami gangguan teknis hingga akhirnya jatuh dan tenggelam ke laut.
Evakuasi Korban dan PenyelidikanJasad korban yang meninggal dunia serta lima kru yang selamat langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Kuala Pembuang untuk mendapatkan penanganan medis dan identifikasi lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar titik jatuh untuk mencari dua korban yang belum ditemukan.
Pihak TNI AD menyatakan bahwa insiden ini merupakan kecelakaan kerja saat pelaksanaan tugas operasi resmi. Adapun penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut saat ini masih dalam proses investigasi mendalam oleh tim ahli. (Red)












