Parah KWH Listrik Warga Kecamatan Picung Di Putus Sepihak, DPC GWI Akan Layangkan Surat Audiensi

Parah KWH Listrik Warga Kecamatan Picung Di Putus Sepihak, DPC GWI Akan Layangkan Surat Audiensi

Banselpos.com, Pandeglang, Banten | Dewan Pengurus Cabang Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) Kabupaten Pandeglang Mengecap Diduga terjadi penonaktifan KWH milik salah satu warga Kampung Bungur Copong, Desa Bungur Copong Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, yang dilakukan oleh pihak Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN wilayah Pandeglang pada Minggu (18/1/2026).

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pelanggan listrik, warga Kampung Bungur Copong, Ia mengungkapkan bahwa KWH listrik miliknya tiba-tiba dinonaktifkan sehingga aliran listrik tidak dapat digunakan, Padahal, menurut pengakuannya, dirinya tidak mengetahui adanya kesalahan atau pelanggaran apa pun dengan kata lain tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu.

“KWH tersebut berada di rumah kosong yang belum dihuni dan belum digunakan,” ungkap Ida kepada awak media.

L. Irawan, Sekretaris DPC GWI Pandeglang, menyampaikan kepada awak media bahwa Penonaktifan KWH tersebut yang diduga dilakukan oleh petugas P2TL PLN wilayah Pandeglang, sangat melanggar, sepangetahuan kami penonaktifan KWH tanpa adanya pelanggaran dari pihak konsumen dinilai telah keluar dari ketentuan atau aturan yang berlaku di PLN.

Menurut keterangan beberapa warga Bungur Copong kata petugas bilamana ingin di aktifkan kembali harus ada sejumlah uang, ini jelas pungli.

Lanjut L. Irawan, Kami DPC GWI akan lakukan Audiensi ke PLN Pandeglang terkait dugaan Pelanggaran pemutusan KWH Sepihak dan dugaan pungli yang di lakukan oleh petugas.

Pihak layanan pelangan PLN Pandeglang saat di konfirmasi oleh awak media menyampaikan " Walikunsalam, Terkait info di atas kita tidak tau pak, No wa ini hanya untuk pelayanan gangguan saja, Coba nanti konfirmasi langsung ke kantor PLN di hari senin" balasnya.

Pihak PLN ULP Labuan saat di konfirmasi oleh awak media perihal pemutusan aliran listrik sepihak dan dugaan pungli dan kebenaran program P2TL tidak memberikan jawaban. (Wan/Red)